Entah ini dampak dari globalisasi ataukah penyalahgunaan makna globalisasi.Efek pornografi rasanya mulai merasuk keberbagai kalangan,bahkan anak kecilpun dengan leluasa sudah menikmati efeknya.Miris ketika mendengar anak usia dibawah 13 tahun melakukan pesta seks,terjadi di Palembang.Ke enam bocah pelaku pesta seks tersebut bukan hanya sekali melakukan perbuatan hina tersebut,melainkan tiga kali di tempat yang berbeda.Seperti yang dilansir detiknews.com
Siapa yang patut disalahkan dan bertanggung jawab atas hal ini.Bukan hanya orang tua si bocah atau bocah itu sendiri,meainkan kita semua harus mulai turut andil dalam pemberantasan pornografi.Kasus ini cerminan betapa buruknya lingkungan hidup bocah-bocah itu.Karena faktor terbesar dalam pengaruh pola pikir anak adalah keluarga dan lingkungan sekitar.Belum lagi acara dan program TV yang tidak mendidik atau internet yang sekarang begitu bebas diakses oleh siapa saja. Apa yang dilakukan pemerintah dalam pemberantasan pornnografi? Yang terlihat hanya aparat polisi membakar vcd atau dvd porno bajakan dan malah wakil rakyatnya dengan asik menonton video tidak senonoh tersebut dalam sidang paripurna.Apa kata dunia?Foto Arifinto yang sedang menonton porno sudah menyebar kesalah satu situs di Spanyol ,bahkan situs tersebut menyindir Indonesia melalui tulisannya 'El cazador cazado, Aprueba en Indonesia una ley en contra de la pornografía y lo acaban pillando en el Parlamento viendo porno'. Yang secara tidak langsung menyindir Indonesia yang telah menyetujui UU Pornografi,tapi anggota parlemennya malah menonton porno,dikutip dari detiknews.com .
Miris ketika pemerintah yang begitu diharapkan bisa memberantas kasus Pornografi malahan ikut andil dalam pornografi tersebut.Jadi siapa yang bisa diharapkan?Diri sendiri adalah kunci utama.Mulai perduli dengan lingkungan sekitar,program acara TV yang di tonton keluarga yang masih kecil dan menerapkan internet sehat.Jika terus menerus menyalahkan satu sama lain maka tidak akan pernah bangsa ini mengatasi tingkat aborsi yang tiap tahun bertambah atau tingkat kehamilan diluar nikah yang terus melunjak.